Tips Membangun Keluarga Harmonis

Kehidupan layaknya sebuah grafik yang memiliki performa naik turun. Jika kita mencoba memahami dan menyadari proses perjalanan hidup pasti kesalahan tak mungkin kita ulangi atau terjun dalam kesalahan yang sama. Seperti saat membina keluarga. Untuk itu, saya ingin berbagi mengenai cara membangun keluarga yang harmonis.

Kita lihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa banyak hal-hal yang bisa menyebabkan keluarga tidak harmonis bahkan berujung perceraian. Kata cerai itu memang gampang atau terdengar sepele, akan tetapi jika sebuah pasangan mengalami hal ini, maka akan berdampak pada kualitas kehidupan khususnya keluarga.

Tips membangun keluarga harmonis
Sumber Gambar: Vector Stock

Dampak Keluarga yang tidak Harmonis

Keluarga bahagia adalah kunci utama ketentraman hidup, namun tak semua pasang berhasil membina keluarga harmonis. Hal ini tidak mengherankan, karena menyatukan dua pikiran bukan hal yang mudah dilakukan. Terkadang, masih saja ego lebih mendominasi sehingga membuat pertikaian tak terhindari.

Berikut Pengaruh Negatif Terhadap Psikologis Anak

✓ Membuat anak stress

Orang tua harus tahu bahwa emosional anak sangat ditentukan oleh faktor lingkungan. Orang tua yang sering berdebat dan bertengkar akan membuat anak mudah stress dan biasanya berakibat pada kondisi psikologisnya. Anak biasanya mencari pelampiasan sehingga tak jarang ada anak yang salah pergaulan.

✓Anak bersikap agresif dan kasar

Anak pada dasarnya lebih banyak meniru, meniru ini menjadi sifat alami anak. Jadi seharusnya orang tua lebih peduli keadaan sekitar anak dan tidak mempertontonkan sifat-sifat kasar.  Kondisi keluarga yang tak harmonis akan membuat anak bersikap agresif dan kasar.

✓Anak kehilangan rasa percaya diri

Rasa percaya diri anak didorong oleh kerjasama suami istri dalam rumah tangga. Motivasi dan semangat dapat membantu anak lebih percaya diri dalam segala aktivitas. Jika keberadaan anak ada di tengah-tengah keluarga yang tidak harmonis maka anak kurang percaya diri.

✓ Pendidikan anak akan terpengaruh

Pendidikan adalah hal utama bagi anak dan merupakan aset masa depan. Keluarga yang tidak harmonis akan berdampak pada psikologis anak dan nantinya mempengaruhi sisi akademiknya

Keluarga yang Tidak Harmonis Memiliki Potensi Perceraian

Beberapa pasangan kadang memilih jalan cerai saat mengakhiri masalah dalam keluarga, juga sekaligus mengakhiri cita-cita sakinah mawadah warohmah.

Keluarga yang berakhir dengan perceraian walaupun Tuhan sangat membenci perceraian, entah apa alasan Tuhan membencinya tapi tidak mengharamkannya. Tapi bisa saja perceraian mengorbankan hak anak, juga perceraian bisa berpotensi memutuskan silahturahmi, sedangkan sebuah keluarga wajib membimbing dan memberikan kebahagiaan pada anak dan tidak menggangu psikologisnya.

Keliru dalam memilih panutan berkeluarga

Dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis, alangkah baiknya jika ada figur yang menjadi teladan dalam berkeluarga. Faktanya, masih banyak yang belum tahu siapa figur yang layak dalam berumah tangga.

Dengan demikian banyak pasangan yang gagal mempertahankan rumah tangganya. Lantas bagaimana cara mempertahankan hubungan suami istri?

Tips Membangun Keluarga Harmonis

Memilih figur yang tepat dalam berumah tangga

Dewasa ini menemukan panutan yang tepat tidaklah mudah, banyak disekitar kita yang pintar ngomong tapi tidak tau memberikan contoh.

Menurut saya pribadi dan referensi buku yang saya baca, bahwa panutan yang sempurna yang tak mengenal zaman untuk dijadikan teladan adalah kisah perjalanan Ali Bin Abi Thalib dengan Bunda Fatimah Az-Zahra. Kehidupan Ali dan Fatimah merupakan contoh dan teladan bagi kehidupan suami istri yang bahagia.

Ali senantiasa membantu Fatimah dalam pekerjaan-pekerjaan rumah tangganya. Begitu pula sebaliknya, Fatimah selalu berupaya untuk mencari keridhaan dan kerelaan Ali, serta senantiasa memberikan rasa gembira kepada suaminya.

Pembicaraan mereka penuh dengan adab dan sopan santun. “Ya binta Rasulillah”; wahai putri Rasul, adalah panggilan yang biasa digunakan Imam Ali setiap kali ia menyapa Fatimah. Sementara Sayidah Fatimah sendiri menyapanya dengan panggilan “Ya Amirul Mukminin” wahai pemimpin kaum mukmin.

Kehidupan Ali Bin Abi Thalib as dan Sayidah Fatimah as. Keduanya adalah teladan bagi kedua pasangan suami-istri, atau pun bagi orang tua terhadap anak-anaknya.

Kreatif dalam membina hubungan rumah tangga

Berusaha menciptakan kegembiraan dan kesenangan dalam romansa keluarga agar tetap harmonis. Seperti traveling atau piknik bersama.

Penutup

Meremuk kebahagiaan dalam rumah tangga memang tidaklah mudah, namun membangun ikatan cinta dalam keluarga sangatlah mungkin apabila menerapkan prinsip-prinsip berumah tangga yang diajarkan Rasulullah SAW kepada ummatnya. Semoga dengan adanya tips membangun keluarga harmonis ini dapat kita terapkan bersama.

Sumber: Halodoc

Author: nurwahidin

15 thoughts on “Tips Membangun Keluarga Harmonis

  1. Selama kurang lebih 5 tahun menjalani rumah, seringkali terjadi ketidak cocokan dalam menentukan pilihan. Tapi meskipun begitu, saya bersama suami tidak pernah berlama-lama larut dalam keributan. Biasanya salah satu ada yang mengalah untuk menghindari pertengkaran yang makin serius.

  2. Baca artikel seperti ini jadi alarm biar kita gak lupa akan pentingnya keharmonisan dalam keluarga, kadang suka gak sadar diri ini Lupa, terimakasih sudah mengingatkan..

  3. Harmonis tidaknya keluarga memang berpengaruh sekali ya terhadap kebahagiaan dan pertumbuhan anak. Memang batu dalam perjalanan akan selalu ada, namun harus selalu diingat bahwa sudah ada dalam status keluarga jadi sebiasa mungkin mengesampingkan egoisme

  4. Betul sekali. Memilih panutan yang benar ini salah satu kunci keluarga harmonis. Selain itu, saling memahami, saling mengerti dan saling meringankan beban, ini juga wajib bagi setiap pasangan. Nice info.

  5. Masalah keluarga ini sangat penting untuk kita pelajari.
    Dan seperti dijelaskan diatas, jika kita salah memahami maka akan kasihan anak2 yang sering jadi Korban.
    Semoga kita bisa belajar dari Keluarga Sahabat Ali RA dan Bunda Fatimah RA.
    Dan semoga para Suami semakin mencintai dan mengayomi keluarga nya.

  6. Menjaga keharmonisan rumah tangga memang tidak mudah tapi harus kita lakukan krena ith hal terpenting dalam rumah tangga, harus ada nya rasa saling menghargai terhadap pasangan, jujur terbuka dan saling melengkapi, terimakasih sudah memberikan informasi nyaa, semoga bisa diterapkan dikehidupan rumah tangga.

  7. Anak-anak memang jiwa-jiwa yang tulus yaa..
    Yang mewarnai adalah pengasuhan kedua orangtua dan lingkungannya.
    Semoga dengan memilih pasangan yang tepat, pengasuhan kemudian bisa beriring sejalan dalam kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *